Friday, March 28, 2014

PPK / PANDUAN PRAKTEK KLINIK PENGAMBILAN DAN PENYEDIAAN SPESIMEN UNTUK DIKIRIM KE LABORATORIUM BAGI PASIEN UGD

Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



SOP / PROTAP
PENGAMBILAN DAN PENYEDIAAN SPESIMEN UNTUK DIKIRIM KE LABORATORIUM BAGI PASIEN UGD

 

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Pengambilan dan pendistribusian spesimen dalam keadaan fresh dan aman sebagai bahan pemeriksaan laboratorium

Tujuan
Sebagai acuan dalam pengambilan dan penyediaan spesimen untuk dikirim ke laboratorium bagi pasien rawat inap.

Kebijakan
1.   Adanya perawat yang diberi tanggung jawab untuk  kegiatan laboratorium pada jam kerja laboratorium
2.   Menyediakan spesimen (Urine, feses, sputum dan sampel darah)

Prosedur
Persipan Peralatan :
  1. Spuit
  2. Kapas alcohol
  3. Torniquet
  4. Botol darah
  5. Botol urin
  6. Pot / Tabung Feses
  7. Pot sputum
  8. Perlak dan pengalas



Penatalaksanaan :
1.   Mencatat nama pasien dan macam pemeriksaan di buku pemeriksaan laboratorium
2.   Mengisi formulir permintaan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan jenis pemeriksaan untuk laborat luar jika hari libur atau Cito 24 jam
3.   Menyediakan tempat penampungan bahan pemeriksaan dan masing-masing tempat diberi etiket yang lengkap dan jenis meliputi :
a.   Nama pasien   
b.   Umur
c.   Tanggal pengambilan
d.  Jenis  pemeriksaan (UL, FL, sputum, dll)
e.   Ruang rawat
4.   Keluarga pasien yang mengantar spesimen ke laborat kecuali tidak ada keluarganya diantar oleh petugas bila di lakukan dilaborat Rumah Sakit.
5.   Pemeriksaan cito dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kapan saja pengambilan bahannya oleh petugas ruangan untuk dikirim kelaborat luar
6. Petugas laborat menulis hasil laborat di lembar hasil pemeriksaan laboratorium dan biayanya (ditulis dipojok atas dengan secarik kertas)
7.  Petugas rawat inap mengumpulkan dengan lembar status pasien
Unit terkait
Laboratorium, Rawat Inap

PPK (PANDUAN PRAKTEK KLINIK) PERAWATAN LUKA KOLOSTOMY

Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



INSTANSI
SOP / PROTAP

PERAWATAN LUKA KOLOSTOMY

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Colostomy adalah suatu tindakan pembedahan membuka dinding abdomen yang bertujuan untuk mengeluarkan feses.

Tujuan
1.      Mengevaluasi kondisi stoma.
2.      Melindungi kulit dari drainase produk kolon.
3.      Menjaga kebersihan stoma.
4.      Mengganti balutan luka dan colostomy bag

Kebijakan

Prosedur
Persiapan Alat :.
1.      Kantong colostomy dan penjepitnya
2.      Kapas basah (NaCl 0,9% atau air hangat)
3.      Tissue
4.      Handscoen bersih dan steril
5.      Nierbeken / bengkok
6.      Kantong tempat balutan kotor
7.      Pot
8.      Gunting
9.      Handuk dan perlak/pengalas
10.  Betadine (kalau perlu untuk lecet dikulit)
11.  Set ganti balut

Pelaksanaan
1.      Menjelaskan prosedur dan tujuannya.
2.      Memberikan privacy untuk klien.
3.      Mengatur posisi tidur klien (semifowler kalau perlu).
4.      Mengkaji kembali program/instruksi medik.
5.      Mengkaji kondisi kantong colostomy.
6.      Mengkaji adanya keluhan ketidaknyamanan/nyeri disekitar stoma.
7.      Mengkaji post operasi
8.      Mengkaji peristaltik usus.
9.      Meletakkan handuk disisi klien.
10.  Mendekatkan neirbeken/bengkok.
11.  Melepaskan colostomy bag yang sudah kotor dan meletakkannya di piala ginjal.
12.  Mengganti handscoen dengan yang bersih / steril.
13.  Membersihkan stoma dan kulit sekitarnya dengan kapas basah/NaCl.
14.  Observasi kondisi kulit, stoma dan jahitan.
15.  Mengeringkan kulit disekitar stoma.
16.  Memasang kantong colostomy yang baru.
17.  Merapikan klien dan alat-alat

Unit terkait
Rawat Inap dan UGD

PPK (PANDUAN PRAKTEK KLINIK) ELIMINASI

Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



INSTANSI
SOP / PROTAP
PEMASANGAN KATETER URINE


No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra dan kedalam kandung kemih pada wanita
Tujuan
1.     Menghilangkan distensi kandung kemih
2.     Mengosongkan kandung kemih secara lengkap


Kebijakan

Prosedur
Persiapan alat :
  1. Bak instrument steril berisis ( Pinset anatomis, Kassa)
  2. Kateter sesuai ukuran
  3. Urine bag
  4. Sarung tangan steril
  5. Desinfektan ( alcohol/ betadine)
  6. Spuit 10 cc
  7. Jelly
  8. Plaster dan gunting
  9. Perlak,  pengalas dan Selimut.
  10. Bengkok


Penatalaksanaan :

1.      Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbanent  dan melepaskan pakaian bawah
2.      Memasang perlak dan pengalas
3.      Memakai sarung tangan
Pada Laki-Laki
4.      Mengolesi slang kateter dengan aqua jelly
5.      Tangan kiri dengan kasa memegang penis sampai tegak + 600.
6.      Tangan kanan memasukan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan sampai urine keluar.
Pada Wanita
7.      Jari tangan kiri dengan kasa membuka labia.
8.      Tangan kanan memasukan ujung kateter dan mendorong secara pelan-pelan sampai urine keluar.
9.      Bila urine telah keluar , menyambungkan pangkal kateter dengan urine bag
10.  Mengunci kateter dengan larutan aquadest sesuai ukuran.
11.  Memfiksasi kateter kearah paha
12.  Menggantungkan urine bag disisi tempat tidur


Unit terkait
Rawat Inap

KUMPULAN PPK IGD

KEBUTUHAN ALAT DI INSTALASI IGD DAN PELAYANAN UMUM 
NO

ALAT
ALAT
UKURAN
JUMLAH
SATUAN
A
PEMERIKSAAN UMUM





1

Meja instrumen 2 rak


1
buah
2

Bak instrument tertutup kecil


1
buah
3

Bak instrument tertutup medium


1
buah
4

Bak instrument besar ( obsgin)


1
buah
5

Tromol kasar

Diameter sekitar 27 cm
2
buah
6

Nierbekken/ Kidney disk

Ukuran 23 cm
2
buah
7

Nierbekken/ Kidney disk

Ukuran 30 cm
2
buah
8

Timbangan injak dewasa

Sekitar 430 x320 x 70 mm
1
buah
9

Standard infus

Ketinggian dapat diatur sekitar 105-185 cm
1
buah
10

Lampu periksa halogen


1
Unit
11

Tensimeter/spyhgnomanometer dewasa

Manset dewasa
1
buah
12

Stetoskop dupleks dewasa


1
buah
13

Thermometer klinik ( alektrik)


1
buah
14

Tabung oksigen + regulator

1 m3
1
Unit
15

Masker oksigen+kanula nasal

dewasa
2
Unit
16

Tempat tidur periksa ( examination bad)


2
Unit
17

Rak alat serbaguna


1
buah
18

Penutup baki rak alat serbaguna


2
buah
B
PENANGANAN EMERGENSI DEWASA





1

Kit resusitasi dewasa


1
Unit
2

Endhotracheal tube dewasa

2,5
1
buah
3

Endhotracheal tube dewasa

3
1
buah
4

Endhotrachal tube dewasa

4
1
buah
5

Stilet untuk pemasangan ETT

No 1
2
buah
6

Nasogastric tube dewasa

5
1
buah


Nasogastric tube dewasa

8
1
buah
C
BAHAN HABIS PAKAI





1

Benang chromic (jarum tapper 0)

2/0
1
kotak
2

Benang chromic (jarum tapper 0)

3/0
1
kotak
3

Spuit disposable (steril)

1
100
Buah
4

Spuit disposable (steril)

3
200
Buah
5

Spuit disposable (steril)

5
200
Buah
6

Spuit disposable (steril)

10
50
Buah
7

Spuit disposable(steril)

20
50
Buah
8

There-way stopcock  (steril)


1
Buah
9

Infuse set dewasa


50
Buah
10

Kateter intravena

16G
50
Buah
11

Kateter intravena

18G
50
Buah
12

Kateter intravena

20 G
50
Buah
13

Kateter penghisap lender dewasa

8
1
Buah
14

Kateter penghisap lender dewasa

10
1
Buah
15

Sarung tangan steril

7
50
Pasang
16

Sarung tangan steril

7,5
50
Pasang
17

Sarung tangan steril

8
50
Pasang
18

Sarung tangan panjang (manual pasenta)

7,5
5
Pasang
19

Sarung tangan panjang (manual plasenta)

8
5
Pasang
20

Sarung tangan rumah tangga serbaguna


2
Pasang
21

Sabun cair untuk cuci tangan


1
buah
22

Plester non woven

5 x 5 cm
1
buah
D
INSERSI DANEKSTRAKSI





1

Mangkok iodine

10 cm
1
Buah
2

Tanakulum Schroeder


1
Buah
3

Klem kasa lurus (sponge foster straihgt)


1
Buah
4

Gunting mayo CVD


1
Buah
5

Alogator ekstrakto AKRD


1
Buah
6

Sonde uterus sims


1
Buah




Status Dokumen
  Induk                           Salinan                        No.Distribusi


INSTITUSI
SOP
ALUR KEGAWAT DARURATAN 
No Dokumen

 UGD
No Revisi


Halaman


PROTAP

UGD
Tanggal Terbit


Disetujui oleh,




Pengertian
Proses penerimaan pasien UGD sampai dengan pasien keluar dari UGD
Tujuan
Sebagai tatalaksana dalm penerimaan pasien baru
Kebijakan
Seluruh perawat wajib mengetahui dan mengerti  alur ini
Prosedur
Terima pasien
 


































Admin pasien
 
Admin pasien
 
Admin pasien
 
 














INSTANSI
SOP
ALUR KEGAWAT DARURATAN 
No Dokumen

 UGD
No Revisi


Halaman


Prosedur
  1. Perawat menerima pasien, kemudian catat identitas lengkapa dan jelas dan informed concernt
  2. perawat melakaukan anamnesa (auto dan hetero anamnesa)
  3. perawatmelakukan pemeriksaan GCS, TTV (T, N, RR, S) dan pemeriksaan fisik awal
  4. pengelompokan pasien dan diagnosa awal
    1. Gawat darurat : memerlukan tindaklan segera dan mengancam jiwa
    2. Gawat non darurat : memerlukan tindakan segera tapi tidak mengancam jiwa
    3. Non gawat darurat : tidak urgent tindakan segera dan tidak mengancam jiwa
  5. untuk non gawat non darurat boleh diberi terapi simptomatis (berdasar gejala) dan disarankan jika sakit berlanjut bisa berobat lagi besok ke UGD/ BP
  6. untuk gawat darurat dan gawat non darurat,  perawat menghubungi dokter jaga pada hari tersebut dan melaporkan kondisi terakhir pasien dan boleh melakukan tindakan awal pertolongan pertama/ baik live support (BLS) meliputi :
a.       Air way
-    bebaskan jalan nafas
-    jaw trust, chin lift dan hiperekstensi
-    bersihkan jalan nafas dari sumbatan ( secret, benda asing)
b.      Breathing
-    nafas buatan
-    pasang oksigen jika perlu
c.       Circulation
-    tensi dan nadi turu, pasang infuse
-    monitor produksi urine, pasang kateter bila perlu
  1. bila diperlukan doketr jaga harus datang guna pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut
  2. pasein/ keluarga melengkapi administrasi
  3. semua pemeriksaan, tindakan, terapi dan rujukan dengan lengkap pada status pasien
Unit terkait
Rawat Inap




  
Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



INSTITUSI
SOP / PROTAP
OBSERVASI PASIEN GAWAT

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Memantau keadaan pasien gawat
Tujuan
Sebagai acuan pemantauan/ observasi penderita gawat agar selamat jiwanya
Kebijakan
1.    Pelayanan yang cepat dan tepat akan menyelamatkan jiwa seseorang.
2.    Pelaksanaan dilakukan oleh perawat, ataupun oleh dokter.


Prosedur
Persiapan alat :

1.      Stetoskope
2.      Tensimeter
3.      Thermometer
4.      Stop watch/ jam
5.      Senter

Penatalaksanaan :

1.      Menjelaskan tujuan pada keluarga pasien.
2.      Membawa alat-alat ke dekat pasien.
3.      Mengobservasi kondisi pasien tiap 5 – 15 menit sesuai dengan tingkat kegawatannya.
4.      Hal-hal yang perlu diobservasi :
a.    Keadaan umum penderita
b.    Kesadaran penderita
c.    Kelancaran jalan nafas (air Way).
d.   Kelancaran pemberian O2
e.    Tanda-tanda vital :Tensi, Nadi, Respirasi / pernafasan dan Suhu.
f.     Kelancaran tetesan infus
5.      Apabila hasil observasi menunjukkan keadaan penderita semakin tidak baik maka paramedis perawat harus lapor kepada Dokter yang sedang bertugas (diluar jam kerja pertelpon).
6.      Apabila kasus penyakitnya diluar kemampuan Dokter UGD maka perlu dirujuk
7.      Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya diputuskan penderita bisa pulang atau rawat inap.
8.      Perkembangan penderita selama observasi dicatat dilembar observasi.
Setelah observasi tentukan apakah penderita perlu : rawat jalan / rawat inap / rujuk.

Unit terkait
Rawat Inap









Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



INSTITUSI
SOP / PROTAP
MENGHENTIKAN PERDARAHAN DI UGD
No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,



Pengertian
Suatu tindakan untuk menghentikan perdarahan baik pada kasus bedah maupun non bedah.

Tujuan
Mencegah terjadinya syok
Kebijakan

Prosedur
A.    Persiapan Alat :
Alat yang dipersiapkan sesuai dengan teknik yang akan dilaksanakan untuk kasus bedah :
1.      Alat pelindung diri (masker, sarung tangan, scort)
2.      Balut tekan
3.      Kain kasa steril
4.      Sarung tangan
5.      Tourniquet
6.      Plester
7.      Set untuk menjahit luka
8.      Obat desinfektan
9.      Spuit 20-50 cc
10.  Waskom berisi air/NaCl 0,9 % dingin
11.  Jelly

B.     Pelaksanaan tindakan
1.      Memakai  masker, sarung tangan, scort
2.      Perawat I
a)         Menekan pembuluh darah proximal dari luka, yang dekat dengan permukaan kulit dengan menggunakan jari tangan.
b)        Mengatur posisi dengan cara meninggikan daerah yang luka
3.      Perawat II
a)         Mengatur posisi pasien
b)        Memakai sarung tangan kecil
c)         Meletakkan kain kasa steril di atas luka, kemudian ditekan dengan ujung-ujung jari
d)        Meletakkkan lagi kain kasa steril di atas kain kasa yang pertama, kemudian tekan dengan ujung jari bila perdarah masih berlangsung. Tindakan ini dapat dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan tanpa mengangkat kain kasa yang ada.
4.      Menekan balutan
a)         Meletakkan kain kasa steril di atas luka
b)        Memasang verband balut tekan, kemudian letakkan benda keras (verband atau kayu balut) di atas luka
c)         Membalut luka dengan menggunakan verband balut tekan.
5.      Memasang tourniquet untuk luka dengan perdarahan hebat dan trumatik amputasi
a)       Menutup luka ujung tungkai yang putus (amputasi) dengan menggunakan kain kasa steril
b)      Memasang tourniquet lebih kurang 10 cm sebelah proximal luka, kemudian ikatlah dengan kuat.
c)       Tourniquet harus dilonggarkan setiap 15 menit sekali secara periodik
6.      Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan tourniquete :
a)       Pemasangan tourniquet merupakan tindakan terakhir jika tindakan lainnya tidak berhasil. Hanya dilakukan pada keadaan amputasi atau sebagai “live saving”
b)      Selama melakukan tindakan, perhatikan :Kondisi pasien dan tanda-tanda vitalEkspresi wajahPerkembangan pasien
Unit terkait
Unit Gawat Darurat

Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



INSTANSI
SOP / PROTAP
OBSERVASI PASIEN GAWAT RSGMP UNSOED

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Memantau keadaan pasien gawat
Tujuan
Sebagai acuan pemantauan/ observasi penderita gawat agar selamat jiwanya
Kebijakan
1.    Pelayanan yang cepat dan tepat akan menyelamatkan jiwa seseorang.
2.    Pelaksanaan dilakukan oleh perawat, ataupun oleh dokter.


Prosedur
Persiapan alat :

1.      Stetoskope
2.      Tensimeter
3.      Thermometer
4.      Stop watch/ jam
5.      Senter

Penatalaksanaan :

1.      Menjelaskan tujuan pada keluarga pasien.
2.      Membawa alat-alat ke dekat pasien.
3.      Mengobservasi kondisi pasien tiap 5 – 15 menit sesuai dengan tingkat kegawatannya.
4.      Hal-hal yang perlu diobservasi :
a.    Keadaan umum penderita
b.    Kesadaran penderita
c.    Kelancaran jalan nafas (air Way).
d.   Kelancaran pemberian O2
e.    Tanda-tanda vital :Tensi, Nadi, Respirasi / pernafasan dan Suhu.
f.     Kelancaran tetesan infus
5.      Apabila hasil observasi menunjukkan keadaan penderita semakin tidak baik maka paramedis perawat harus lapor kepada Dokter yang sedang bertugas (diluar jam kerja pertelpon).
6.      Apabila kasus penyakitnya diluar kemampuan Dokter UGD maka perlu dirujuk
7.      Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya diputuskan penderita bisa pulang atau rawat inap.
8.      Perkembangan penderita selama observasi dicatat dilembar observasi.
Setelah observasi tentukan apakah penderita perlu : rawat jalan / rawat inap / rujuk.

Unit terkait
Rawat Inap







Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



INSTANSI
SOP / PROTAP

PENATALAKSANAAN HEACTING

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Heacting adalah penjahitan luka terbuka 
Tujuan
Sebagai acuan penatalaksanaan penjahitan sampai luka tertutup oleh jahitan unutk menghindari infeksi lanjutanan
Kebijakan
1.    Perawat yang sudah terlatih dalam melakukan heacting
2.    Semua pasien dengan vulknus laceratum dan luka kurang dari 6 jam
Prosedur
PERSIAPAN PERALATAN :
1. Hanscoen
2. Duk bolong steril
3. Kasa steril
4. Lidokain steril
5. Supratul
6. Spuit 3 cc
7. Betadine solution
8. Alcohol 70 %
9. Benang silk untuk kulit
10. Benang catgut untuk pembuluh   darah
11. Bak instrumen steril berisi :
Ø  Pinset chirugis
Ø  Pinset anatomi
Ø  Mosquito (klem arteri kecil)
Ø  Naldvoulder
Ø  Jarum kulit
Ø  Gunting
12.Cairan Na Cl
13. Cairan H2Ohodrogen peroksida
PENATALAKSANAAN :
1.      Perawat menyiapkan alat kedekat pasien dan menjelasakan kepasien atau keluarga pasien (informed concern)
2.      Perawat memakaia handscoen
3.      Dep luka dengan kasa steril, kemudian bersihkan dengan cairan NaCl. Apabila kotor siram dengan H2O2
4.      Olesi daerah luka dengan betadine
5.      Olesi dengan kapas alcohol, lalu suntikan lidokain injeksi ± 2 cc disekitar pingiran luka  tunggu ± 5 menit
6.      Dep lagi luka dengan kasa steril kemudian bila ada pembuluh darah yang terpotong diklem diikiat dengan benang catgut
7.      Pegang bibir luka dengan pinset chirugis, kalau ada kotoran ambil dengan pinset anatomi
8.      Pasang jarum kulit dan benang kulit dinalvolder, lalu jahit bibir luka dengan rapi, setelah luka ditutup olesi dengan betadine. Kemudian beri supratul,lalu tutup dengan kasa steril dan verband.
9.      Bersihkan daerah bekas luka
10.  duk bolong dibuka
11.  konseling pada pasien (anjuran untuk menjaga sterilitas didaerah luka)
Unit terkait
Rawat Inap



Status Dokumen

  Induk                              Salinan                        No.Distribusi



INSTANSI
SOP / PROTAP

PENATALAKSAAN PERAWATAN LUKA KLL

No Dokumen

........
No Revisi

….
Halaman

1/1

SOP

UGD

Tanggal Terbit

………

Disetujui oleh,




Pengertian
Memberikan tindakan pertolongan pada luka baru dengan cepat dan tepat
Tujuan
Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut
Kebijakan
Seluruh perawat diijinklan melakukan penjahitan dan perawatan luka, tetapi tidak pada luka putus tendon
Prosedur
PERSIAPAN ALAT :
Streril
  1. Bak instrumen
    1. Spuit irigasi 50 cc
    2. Soft koteker
    3. Pinset anatomis
    4. Pinset chirrugis
    5. Gunting jaringan
    6. Arteri klem
    7. Knop sonde
    8. Container untuk cairan irigasi
    9. Naal foulder
  2. Kassa dan depres dalam tromol
  3. Handschone / gloves steril
  4. Neerbeken (bengkok)
  5. Kom kecil/ sedang
  6. Heacting set
  7. Spuit 3 cc
  8. Pembalut sesuai kebutuhan
    1. Kasa
    2. Kasa gulung
    3. Sufratul
  9. Topical terapi
    1. Oxytetraciclin salep /
    2. Gentamicin salep 0,3 %
    3. Lidokain ampul
  10. Cairan pencuci luka dan disinfektan
    1. Cairan NS / RL hangat sesuai suhu tubuh 34 -37 0 C
    2. Betadine

Persiapan Alat :
Non Streril
  1. Schort / Gown
  2. Perlak + Alas Perlak / Underpad
  3. Sketsel / Tirai
  4. Gunting Verband
  5. Neerbeken / Bengkok
  6. Plester (Adhesive) Atau Hipafix Micropone
  7. Tempat Sampah



Penatalaksaan Luka Kll.
1.      Informed Concern Dan Penjelasan
2.      Pemeriksaan Ttv
3.      A. Penatalaksanaan Perawatan Luka Babras
1)        Persiapan Alat : Bengkok Didekatkan Dan Kasa Didekatkan Cairan Ns Dan Betadine
2)        Pembersihan Dengan Ns
3)        Setelah Itu Diberi Betadine / Sufratul
4)        Bersihkan Peralatan
5)        Observasi
6)        Konseling

        B.  Penatalaksaan Perawatan Luka Robek
1)        Persiapan Pasien Dan Informed Concern
2)        Semua Alat Disiapkan
3)        Suntikan Dengan Lidokain Merata
4)        Dibersihkan Dengan Ns /Perhidrol
5)        Diberikan Disinfektan Dengan Betadine
6)        Heacting (Sesuai Sop Heacting)
7)        Diberikan Tulle Atau Salep Oxitetraciclin
8)        Ditutup Dengan Kasa Steril
9)        Diplester / Hipafix
10)    Bersihkan Kotoran/ Bekas Darah Disekitar Luka.
11)    Bereskan Peralatan
12)    Observasi
Konseling

Unit terkait
IGD dan Rawat inap

Labels: , , ,