Saturday, June 21, 2014

Panduan Klinik Menerima Pasien Baru

Pengertian Menerima pasien yang baru masuk Puskesmas untuk dirawat sesuai yang berlaku.
Pasien segera memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan
Tujuan Sebagai acuan untuk penerimaan pasien baru.
Kebijakan - Ada petugas yang terampil
Prosedur Persiapan :
- Pasien dan keluarganya diterima dengan ramah.
- Bila pasien dapat berdiri, atau berat badan sebelum penderita dibaringkan.
- Selanjutnya lakukan pengkajian data melalui anamnese dan pemeriksaan fisik.
- Laporan pasien pada penanggung jawab ruangan.
- Pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang tata tertib yang berlaku di
Rumah Sakit serta orientasi keadaan ruangan/fasilitas yang ada.
- Mencatat data dari hasil pengkajian pada catatan medik dan catatan perawatan
pasien.
- Memberitahukan prosedur perawatan/tindakan yang segera dilakukan.
Unit
terkait
Poliklinik, Ruang Perawatan

Panduan praktik klinik / Protap pertolongan pada luka baru

Pengertian Memberikan tinadakan pertolongan pada luka baru dengan cepat dan tepat
Tujuan Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut
Kebijakan Seluruh perawat diijinklan melakukan penjahitan dan perawatan luka, tetapi tidak pada luka putus
tendon
Prosedur PERSIAPAN ALAT :
Streril
1. Bak instrumen bensi
a. Spurt irigasi 50 cc
b. Soft koteker / tobe feeding
c. Pinset anatomis
d. Pinset chirrugis
e. Gunting jaringan
f. Arteri klem
g. Knop sonde
h. Container untuk cairan irigasi
2. Korentang dengan tempatnya
3. Kassa dan depres dalam tromol
4. Handschone / gloves steril
5. Neerbeken (bengkok)
6. Kom kecil/ sedang
7. Pembalut sesuai kebutuhan
a. Kasa
b. Kasa gulung
8. Topical terapi
a. Betadine sol
b. Sutratol
9. Cairan pencuci luka dan disinfektan
a. Cairan NS / RL hangat sesuai suhu tubuh 34 0 -37 0 C
b. Alkohol 70 %
Non Streril
1. Schort / gown
2. Perlak + alas perlak / underpad
3. Handschone / gloves bersih
4. Sketsel / tirai
5. Gunting verband
6. Neerbeken / bengkok
7. Plester (adhesive) atau hipafix micropone
8. Tas plastik kotoran / tempat sampah
9. Alat tulis
10. Form inform consern
11. Form UGD

Friday, June 20, 2014

Panduan praktik klinik / Protap Penanganan Demam Tifoid

SOP Penanganan Demam Tifoid
Pengertian Demam tifoid adalah suatu penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh infeksi
kuman Salmonella typhi.
Kriteria Diagnosis
Demam tinggi lebih dari 7 hari disertai sakit kepala
- Kesadaran menurun
- Lidah kotor, hepatosplenomegali, dsb
- Bradikardia relative
Tujuan Sebagai acuan tatalaksana penderita tifoid
Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter
Prosedur Diagnosis Diferensial
- Infeksi karena virus + (Dengue influenza)
- Malaria
- Broncho pnemonia
Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan lab
- Hb, Leko, Diff, Trombist, Ht
- Urine lengkap
- Widal
Terapi
1. Tirah baring, diet lunak, chloramphenicol 2 gr/hr atau kotrimoksasol 2 x 2 tab
diberikan sampai 7 hari bebas napas atau Quinolon
2. pemberian cairan infuse RL / D 5%
Penyulit :
- Toksis
- Perforasi usus mengakibatkan peritonitis
- Perdarahan dari usus
Lama perawatan :
Umumnya sampai 7 hari bebas panas
Unit
terkait
RAWAT INAP, BP, PUSTU/POLIND

BENTUK DAN FORMAT PROTAP / PPK RUMAH SAKIT

2.1  Bentuk SOP
SOP memiliki berbagai macam jenis/bentuk sesuai dengan sistem kerja yangdijelaskannya. Bentuk-bentuk SOP itu sendiri dapat dibagi menjadi 4 jenis dengan bentuk yang berbeda:
a.      Simple Steps
Simple steps berisi prosedur kerja yang sangat sederhana dan tidak terlalu terperinci, biasanya SOP jenis ini digunakan hanya untuk situasi kerja dengan sedikit operator. SOP jenisini tepat digunakan untuk prosedur kerja dengan sedikit pengambilan keputusan, dna kurang darisepuluh langkah. Contoh SOP jenis simple step:
Gambar 1. Simple Steps
b.      Hierarchical steps
Hierarchical steps lebih terinci daripada jenis-jenis SOP simple steps, dimana pada SOP initerdapat kalimat dan terdapat sub-kalimat sehingga memudahkan operator untuk memahaminya.Jenis SOP ini cocol untuk digunakan untuk prosedur yang cukup panjang, yakni jika proses yangakan ditulis lebih dari 10 langkah, dan tidak mempunyai banyak keputusan. Contoh SOP jenis hierarchical steps:
Gambar 2. Hierarchical steps
c.       Graphic Format
Graphic format merupakan pengambangan dari SOP Hierarchical steps, dimana dalam penulisannya SOP jenis ini menyertakan gambar-gambar atau diagram untuk mempermudah pengertiannya. Grafik yang digunakan dapat menyederhanakan suatu prosedur dari bentuk yang panjang menjadi lebih singkat. SOP jenis ini biasanya dipakai untuk prosedur yang cukup panjang, yakni jika proses yang akan ditulis lebih dari 10 langkah. Dalam pembuatan SOP jenisini sebaiknya gunakan kalimat singkat yang dapat membantu untuk menjelaskan maksud dari gambar atau diagram yang ada, dan jika memungkinkan, gambar atau diagram yang digunakandapat mengilustrasikan tujuan dari prosedur tersebut. Contoh SOP jenis graphic formaT
Gambar 3. Graphic Format
d.      Flowchart merupakan grafik sederhana yang menjelaskan langkah-langkah proses dalam pembuatan suatu keputusan, flowchart berisi pertimbangan, langkah-langkah dan juga pengambilan keputusan dalam suatu prosedur kerja. Apabila dalam suatu prosedur kerjadibutuhkan banyak pengambilan keputusan sebaiknya menggunakan flowchart untuk mempermudah pengertian prosedur yang dilakukan, dimana didalam flowchart akan dijelaskanlangkah-langkah mana yang harus dipilih dan apa yang harus dilakukan setelah langkah tersebut diambil. Flowchart menggunakan symbol-simbol yang mempresentasikan suatu tindakan.Contoh simbol-simbol yang digunakan pada SOP jenis flowchart:
Gambar 4. Graphic Format

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN PANDUAN PRAKTIK KLINIK

2.1  Langkah-langkah Penyusunan SOP
Inti dari disusunnya buku Panduan Pembuatan SOP tentang Tata Kelola Data ini adalah memberikan pedoman praktis  bagi penyusun, pengimplementasi dan pengendali SOP di dalam unit kerja adalah tahap-tahap teknis penyusunan SOP.
Tahap-tahap teknis penyusunan SOP adalah sebagai berikut:
1.      Tahap Persiapan
Tahapan ini bertujuan untuk memahami kebutuhan penyusunan atau pengembangan SOP serta menyusun alternatif tindakan yang harus dilakukan oleh unit kerja yang terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu :
a. Mengetahui kebutuhan.
b. Mengevaluasi dan menilai kebutuhan
c. Menetapkan kebutuhan
d. Menetapkan alternatif tindakan
Produk dari tahapan ini adalah keputusan mengenai alternatif tindakan yang akan dilakukan.
2.      Tahap Pembentukan Organisasi Tim
Tahapan ini bertujuan untuk menetapkan orang atau tim dari unit kerja yang bertanggungjawab untuk melaksanakan alternative tindakan yang telah dibuat dalam tahap persiapan. Tahapan ini mencakup 5 (lima) langkah, yaitu:
a. Menetapkan orang atau tim dari unit kerja yang bertugas sebagai penanggungjawab pelaksana
b. Menyusun pembagian tugas pelaksanaan
c. Menetapkan orang yang diberi tanggungjawab atas pelaksanaan secara garis besar.
d. Menetapkan mekanisme control pekerjaan
e. Membuat pedoman pembagian pekerjaan dan control pekerjaan
Produk dari tahap ini adalah pedoman pembagian tugas dan kontrol pekerjaan.
3.      Tahap Perencanaan
Tahapan ini bertujuan menyusun serta menetapkan strategi, metodologi, rencana dan program kerja yang akan digunakan oleh tim pelaksana penyusunan. Tahap ini terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu:
a. Menyusun strategi dan metodologi kerja.
b. Menyusun perencanaan kerja
c. Menyusun program-program kerja rinci
d. Menyusun pedoman perencanaan dan program kerja rinci
Produk dari tahap ini adalah pedoman perencanaan dan program kerja rinci.
4.      Tahap Penyusunan
Tahapan ini bertujuan untuk melaksanakan penyusunan SOP sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Tahap ini terdiri dari 5 (lima) langkah, yaitu:
a.       Mengumpulkan informasi terkait dengan metode pendekatan pengumpulan yaitu dengan metode pendekatan system atau risiko kegiatan.
b.      Mengumpulkan informasi pelengkap, yaitu alur otorisasi, kebijakan, pihak yang terlibat, formulir, kaitan dengan prosedur lain, dan kode prosedur.
c.       Menetapkan metode dan teknik penulisan SOP yang dipilih.
d.      Melaksanakan penulisan SOP.
e.       Membuat draft pedoman SOP.
Produk dari tahapan ini adalah draft pedoman SOP.
5.      Tahap Uji Coba
Tahapan ini bertujuan menerapkan SOP dalam bentuk uji coba draft pedoman SOP yang telah dibuat dalam tahap penyusunan. Tahap ini terdiri dari 6(enam) langkah yaitu:
a.       Merancang metodologi uji coba.
b.      Mempersiapkan materi uji coba.
c.       Menetapkan tim pelaksana uji coba.
d.      Mempersiapkan sarana uji coba.
e.       Melaksanakan uji coba.
f.       Menyusun laporan hasil uji coba.PDT-PS/SOP-1 7 Mei 2012
Produk dari tahap ini adalah laporan hasil uji coba yang digunakan untuk melakukan penyempurnaan draft pedoman SOP.
6.      Tahap Penyempurnaan
Tahapan ini bertujuan menyempurnakan pedoman SOP berdasarkan laporan hasil uji coba yang dilakukan pada tahap sebelumnya. Tahap ini terdiri dari 6 (enam) langkah, yaitu:
a.       Mendiskusikan laporan hasil uji coba.
b.      Merancang dan merencanakan langkah-langkah penyempurnaan pedoman SOP
c.       Menyusun pembagian tugas penyempurnaan
d.      Melaksanakan penyempurnaan
e.       Melakukan uji coba terbatas dengantim atau tim penyeimbang (counterpart) atau kelompok fokus (focus group) yang dibentuk secara khusus.
f.       Menyusun pedoman SOP akhir (final manual)
g.      Produk dari tahap ini adalah pedoman SOP akhir (final manual atau final guidance) yang dapat digunakan sebagai pedoman standar dalam unit kerja.
7.      Tahap Implementasi
Tahapan ini bertujuan untuk mengimplementasikan pedoman SOP akhir secara menyeluruh dan standar dalam organisasi. Tahap ini terdiri dari 6 (enam) langkah, yaitu:
a.       Merancang metodologi implementasi.
b.      Mempersiapkan materi implementasi.
c.       Menetapkan tim pelaksana implementasi
d.      Mempersiapkan sarana implementasi.
e.       Melaksanakan implementasi.
f.       Menyusun laporan implementasi.
Produk dari tahap ini adalah laporan implementasi yang akan menjadi dasar dalam melakukan tahapan pemeliharaan dan audit.
8.      Tahap Pemeliharaan dan Audit
Tahapan ini merupakan tahap akhir dari seluruh tahap-tahap teknis penyusunan SOP dan bertujuan untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan audit atas pelaksanaan penerapan SOP dalam organisasi selama periode tertentu. Tahapan ini terdiri dari 7 (tujuh) langkah, yaitu:
a.       Merencanakan kegiatan pemeliharaan dan audit atas pedoman SOP yang
b.      diterapkan.
c.       Mempersiapkan tim pemeliharaan dan audit.
d.      Melaksanakan pemeliharaan dan audit.
e.       Membuat laporan setiap kegiatan pemeliharaan dan audit.
f.       e. Menyimpulkan temuan-temuan di dalam laporan kegiatan pemeliharaan     dan audit dan menyusun perencanaan perbaikan yang diperlukan.
g.      Melaksanakan perbaikan sesegera mungkin bila perbaikan yang dilakukan kecil dan bersifat rutin.
h.      Melaksanakan tahap-tahap teknis penyusunan SOP dari awal jika perbaikan yang harus dilakukan besar dan bersifat tidak rutin.
Produk dari tahap ini adalah : (i) laporan perbaikan rutin, dan (ii) laporan kebutuhan perbaikan besar atas SOP.
Penyusunan SOP dalam organisasi atau uni kerja harus dilakukan melalui tahap-tahap yang sistematis berpedoman pada tahapan-tahapan teknis yang telah disajikan. Setiap tahap akan menghasilkan produk yang menjadi dasar bagi pelaksanaan tahap yang berikutnya. Tahap-tahap ini merupakan siklus yang harus dilaksanakan secara berurutan.
2.2  Evaluasi
1.      Tujuan : membudayakan internal audit
2.      Evaluasi dilaksanakan berkala, maksimal 3 th sekali sesuai kebutuhan dalam melaksanakan SOP tersebut.
3.      Tetapkan pelaksana evaluasi
4.      Buat protap tata cara evaluasi SOP. Kembangkan format/check list evaluasidan hasil evaluasi.
2.3  Perubahan atau Revisi
Yang dimaksud dengan revisi adalah kegiatan atau usaha untuk memperbaiki suatu SOP, yang perlu diperbaiki isinya baik sebagian maupun seluruh isi SOP. Revisi perlu dilakukan bila :
1.      Prosedur kerja/urutan kerja tidak sesuai lagi dengan keadaan yang ada.
2.      Adanya perkembangan ilmu dan teknologi
3.      Adanya perubahan organisasi atau kebijakan baru
4.      Pergantian direktur SOP tidak perlu direvisi

Protap / PPK / SOP Kondisi Listrik Padam

Pengertian  Padamnya aliran listrik mendadak
Tujuan  Sebagai acuan penanganan listrik padam
Kebijakan   Dibawah tanggung jawab UGD, bagian diesel
Prosedur  1. Apabila listrik padam petugas diesel tanpa menunggu perintah menghidupkan
generator Puskesmas.
2. Diluar jam kerja, selain petugas jaga diesel, petugas yang lain perlu membantu
petugas jaga diesel menghidupkan generator.
4. Apabila dalam tempo 1 menit listrik belum menyala petugas UGD perlu :
a. Menghubungi petugas diesel
b.  Petugas diesel mematikan aliran listrik PLN
c.  Setelah aliran dari PLN putus, kemudian generator dihidupkan
5. Apabila listrik padam lebih 10 menit dan generator tidak bisa hidup maka
petugas  UGD harus lapor kepala puskesmas lewat telepon.
6. Apabila listrik hidup kembali petugas diesel mematikan diesel, kemudian
saluran dari PLN dihidupkan lagi.
Unit
terkait
Bagian Diesel

PPK / PROTAP NEBULAZER

Pengertian  Nebulaizer adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengencerkan  dahak dan
melonggarkan jalan nafas
Tujuan  Sebagai acuan tindakan nebulaizer
Kebijakan  Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter
Peralatan nebulizer standar
Prosedur  PERSIAPAN ALAT :
1.      tabung O2
2.      Obat untuk bronchodilator antara lain : ventolin, dexamethasone
3.      Masker oksigen
4.      Nebulaizer
PERSIAPAN PASIEN  :
1.      Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan
2.      Pasien diatur sesuai kebutuhan
PELAKSANAAN :
1.      Perawat cuci tangan
2.      Mengisi ventolin pada nebulezer
3.      Mengisi pada tempat humidifaier dengan bronchodilator misalnya : ventolin (sabutamol)
atau kadang diberi dexamethasone pada status asmatikus.
4.      Memasang masker pada pasien
5.      Nebulaizer dinyalakan
6.      Observasi pasien
7.      Selesai dilakukan tindakan pasien dirapikan
8.      Alat-alat dibereskan dan dikembalikan
9.      Perawat cuci tangan
Unit terkait  Rawat inap